Sejarah Kamera

Kamera Portable Obscura

Pada tahun 1960-an, seorang peneliti Inggris, Robert Boyle dan pembantunya Robert Hooke, menemukan kamera portable (bisa dipindah-pindah) obscura. Penemuan mereka ini disempurnakan lagi oleh Johann Zahn tahun 1685. Kamera ini sering kita lihat di film-film bertema jaman dahulu. Kamera ini memakai lampu kliat yang meledak dan mengeluarkan asap.

Merekam Gambar

Orang yang berjasa menyempurnakan kamera adalah Jacques Daguerre. Tahun 1837, dia mengembangkan cara membuat foto, yang kemudian disebut daguerreotype . Prosesnya menggunakan lempengan copper (tembaga). Daguerre adalah seniman asal Perancis yang ingin membuat gambar lebih bagus. Dia bekerjasama dengan Joseph Nicephore Niepce yang lebih dahulu sukses. Niepce sebenarnya sudah membuat foto di tahun 1826. Tapi proses pembuatan foto ini tidak praktis. Orang harus bergaya di depan kamera selama 8 jam untuk menghasilkan satu foto. Hasilnya pun masih buram. Meski begitu, mereka kemudian memberitahukan penemuan itu ke masyarakat. Sebagai jasanya, pemerintah Perancis memberi pensiun seumur hidup kepada Daguerre dan anak Niepce. Niepce tidak menerima penghargaan itu karena sudah meninggal lebih dulu.

Cetak Cepat

Setelah Daguerre dan William Talbot, tahun 1852 Frederick Scott Archer membuat temuan mencetak foto lebih cepat. Hanya dalam waktu kurang dari lima detik, foto udah tercetak. Prosesnya, gambar sudah dicetak ketika plat masih basah. Teknik ini dinamakan collodion .

Bahan gelatin

Tahun 1871, Richard Maddox menemukan gelatin, sebuah bahan untuk mencetak foto. Bahan ini menggantikan plat fotografik. Dengan penemuannya ini, gambar bisa dicetak lebih banyak dan kualitasnya lebih bagus. Ketika itu, kamera sudah ada yang lebih handy alias bisa ditenteng.

Abad ke-20

Memasuki abad ke-20, penemuan di bidang kamera terus berlanjut. Misalnya ditemukannya film berwarna tahun 1901. Setelah itu, film berwarna berlapis yang disebut Kodachrome ditemukan. Kodak juga menemukan film berukuran 35 mm yang sangat populer itu. Belakangan ditemukan lagi kamera digital.

JENIS KAMERA:

  1. Kamera polaroid

Kamera Polaroid atau lebih dikenal dengan kamera langsung jadi adalah model kamera yang dapat memproses foto sendiri di dalam badan kamera setelah dilakukan pemotretan. Kamera polaroid ini menggunakan film khusus yang dinamakan film polaroid. Film polaroid yang dapat menghasilkan gambar berwarna dinamakan film polacolor. Menurut sejarahnya, kamera polaroid atau kamera gambar seketika jadi ini dirancang untuk pertama kalinya oleh Edwin Land, dari perusahaan Polaroid dan

dipasarkan sejak tahun 1947. Nama Polaroid itu sebetulnya adalah merek dagang, seperti orang menyebut semua pasta gigi dengan nama Pepsodent, atau orang menyebut sepeda motor dengan nama Honda.


Contoh hasil kamera polaroid


  1. Kamera Rangefinder

    Mendengar kata Rangefinder, maka yang terbayang adalah sebuah kamera “jadul” yang serba manual, namun pada kenyataannya tidak seperti itu. Sebab sejak 2004 telah diperkenalkan kamera Rangefinder Digital pertama, yakni R-D1 dibuat oleh Epson, dan dua tahun kemudian Leica merilis kamera Rangefinder digital M8, lalu disusul M9.

    Secara fisik, pada kamera Rangefinder terdapat dua buah kotak, yang satu Rangefinder berfungsi sebagai jendela bidik, dan satunya lagi untuk membantu fokus.

    Istiah rangefinder sendiri mengacu pada suatu alat bantu fokus yang terdapat dalam sebuah kamera. Sistem pencarian fokus kamera Rangefinder tidak melalui cermin pentaprism seperti DSLR/SLR, namun dengan menyatukan dua buah gambar (satu dari viewfinder, dan satunya lagi dari lensa), maka jarak fokus pun ditemukan.

    Kelebihan kamera Rangefinder dibanding DSLR:

    – Body lebih ringkas dan ringan, karena tidak menggunakan cermin Pentaprism
    – Fokus lebih cepat karena dengan sistem penumpukan gambar, sedangkan DSLR/SLR berdasarkan feeling.
    – Viewfinder lebih terang

    Kekurangan kamera Rangefinder dibanding DSLR:

    – Mahal
    – Ketersediaan lensa dan aksesori tidak sebanyak DSLR/SLR
    – Tidak ada tombol kontrol Depth of Field, merekam video, dan pendeteksi wajah seperti DSLR modern.


  1. Kamera Lubang Jarum

    Lubang jarum adalah metode perekaman dasar dalam ilmu fotografi. Kamera ini bekerja berdasarkan teori optis. Cahaya lolos melalui lubang kecil dan diproyeksikan pada bidang datar. Metode yang digunakan sama seperti kamera digital. Hanya saja sensor cahaya yang masuk direkam menggunakan kertas foto. Umumnya hasil cetak seperti menggunakan lensa fish eye.

    Alat yang digunakan untuk membuat kamera lubang jarum sangat mudah. Kaleng bekas, cat semprot hitam, alumunium foil, kertas negative, lakban hitam dan jarum.  Setelah melakukan hasil cetak, hasil foto harus di cuci cetak terlebih dahulu. Cuci cetak dilakukan di kamar gelap. Cara yang sama seperti pada kamera analog.  Cairan yang digunakan saat mencuci film adalah Developer, Stopbath, dan Fixer. Developer digunakan sebagai pengembang gambar. Stopbath digunakan sebagai penghenti dari proses pengembangan tadi. Sedangkan Fixer ini digunakan sebagai penetap gambar. Setelah proses pencucian, foto harus dibilas dengan air bersih selama 30 detik.


    contoh foto hasil kamera lubang jarum

  1. Kamera Pocket Digital

    Kamera saku digital (bahasa Inggris: digital pocket camera) adalah kamera otomatis yang menggunakan format pengambilan gambar dan penyimpanan digital dengan ukuran kecil dan ringan sehingga mudah dibawa-bawa. Kamera saku digital pada umumnya memiliki karakter yang sama seperti kamera saku manual (yang menggunakan media film). Sebagai kamera saku, kamera ini telah dilengkapi dengan berbagai fasilitas seperti kemampuan untuk menangani pencahayaan yang lemah dan fokus atas (Close up).

Kekurangan kamera saku digital

  • Lamanya waktu tunda (delay) untuk merekam suatu gambar
  • Keterbatasan penggunaan untuk mengelola obyek secara profesiona dan perlakuan artistik tertentu.
  • Keterbatasan asesoris pendukung seperti ketiadaan tukar pasang lensa, fiter.
  • Fungsi yang terlalu sederhana dan monoton, walaupun untuk jenis kamera saku kompak terbaru juga sudah memiliki fasilitas dan fungsi yang hampir sama dengan jenis kamera SLR Digital.
  1. Kamera SLR

    Kamera refleks lensa tunggal‎ (Single-lens reflex (SLR) camera) adalah kamera yang menggunakan sistem jajaran lensa jalur tunggal untuk melewatkan berkas cahaya menuju ke dua tempat, yaitu Focal Plane dan Viewfinder, sehingga memungkinkan fotografer untuk dapat melihat objek melalui kamera yang sama persis seperti hasil fotonya. Hal ini berbeda dengan kamera non-SLR, dimana pandangan yang terlihat di viewfinder bisa jadi berbeda dengan apa yang ditangkap di film, karena kamera jenis ini menggunakan jajaran lensa ganda, 1 untuk melewatkan berkas cahaya ke Viewfinder, dan jajaran lensa yang lain untuk melewatkan berkas cahaya ke Focal Plane.

    Kamera SLR menggunakan pentaprisma yang ditempatkan di atas jalur optikal melalui lensa ke lempengan film. Cahaya yang masuk kemudian dipantulkan ke atas oleh kaca cermin pantul dan mengenai pentaprisma. Pentaprisma kemudian memantulkan cahaya beberapa kali hingga mengenai jendela bidik. Saat tombol dilepaskan, kaca membuka jalan bagi cahaya sehingga cahaya dapat langsung mengenai film.

  2. Kamera DSLR

    DSLR adalah ringkasan kepada ‘Digital Single-Lens Reflex’ atau dalam Bahasa Melayunya boleh diterjemahkan sebagai ‘Pantulan Lensa Tunggal Digital’. Sistem kamera ini sebenarnya telah wujud sejak zaman kamera analog lagi. Pada ketika itu, ianya dikenali dengan nama kamera SLR.

    Cara kamera DSLR berfungsi

    Seperti namanya, kamera DSLR adalah kamera yang berfungsi dengan menggunakan lensa tunggal. Lensa tunggal ini digunakan untuk melihat dan merakam gambar. Sistem ini berbeza dengan sistem kamera TLR contohnya, dimana sistem kamera TLR menggunakan 2 lensa. Satu lensa hanya untuk merakam gambar manakala satu lagi lensa lain digunakan hanya untuk melihat.


    Pada kamera DSLR, reflex mirror (cermin pantulan) dan pentaprism (prisma dengan 5 permukaan) digunakan di dalam kamera untuk membalikkan imej yang dihasilkan melalui lensa agar dapat dilihat pada viewfinder. Apabila gambar dirakam, reflex mirror dinaikkan ke atas lalu membenarkan cahaya bergerak terus menuju ke sensor.

    Bagian-bagian penting pada kamera DSLR


    Cara dan langkah-langkah kamera DSLR berfungsi:

    1) Ketika kita melihat melalui viewfinder, aperture pada lensa dibuka dengan keluasan maksima walaupun pada ketika itu kita melaraskan aperture pada bukaan kecil. Aperture besar digunakan ketika kita sedang melihat melalui viewfinder bagi membolehkan imej yang dilihat adalah lebih cerah. Imej yang masuk melalui lensa seterusnya dipantulkan oleh reflex mirror menuju ke pentaprism. Pentaprism seterusnya membalikkan lagi imej beberapa kali sehinggalah akhirnya imej dapat dilihat pada viewfinder. Pada ketika ini, sensor kamera tidak menerima cahaya atau imej kerana shutter masih ditutup

    2) Apabila punat ditekan untuk merakam gambar, aperture akan dilaraskan kepada saiz bukaan yang telah kita tetapkan sebelum ini. Dalam masa yang sama, reflex mirror akan dinaikkan ke atas bagi membolehkan cahaya masuk terus menuju ke bahagian belakang kamera sebelum cahaya didedahkan kepada sensor. Setelah reflex mirror ini dinaikkan, kita tidak lagi dapat melihat apa-apa imej melalui viewfinder

    3) Shutter dibuka lalu cahaya akan didedahkan kepada sensor bagi merakam gambar

    4) Setelah shutter dibuka dalam tempoh masa tertentu yang telah ditetapkan, ia akan ditutup kembali. Setelah itu, reflex mirror akan diturunkan semula, aperture akan dibuka semula ke saiz bukaan maksima dan kita akan dapat melihat semula imej melalui viewfinder.

    Sistem kamera DSLR boleh dikatakan sistem yang rumit dan canggih jika dibandingkan dengan sistem kamera yang lain. Oleh sebab itulah sistem kamera DSLR dianggap sebagai kamera yang hampir sempurna, serba boleh dan mudah digunakan. Diantara kelebihan kamera DSLR berbanding kamera compact adalah:

    1) Lensa boleh ditukar ganti. Sistem kamera DSLR selalunya menyediakan puluhan jenis lensa berbeza untuk digunakan bagi berbagai tujuan.

    2) Sensor bersaiz lebih besar. Sensor lebih besar bermakna kualiti imej yang dihasilkan adalah lebih baik dari segi resolusi gambar.

    3) Kendalian lebih cepat. Kamera DSLR membolehkan kawalan yang lebih cepat dilakukan untuk auto focus, manual aperture, manual shutter dan sebagainya

    Diantara kelemahan kamera DSLR berbanding kamera compact adalah:

    1. Harga kamera dan lensa untuk kamera DSLR adalah lebih mahal

      2) Kamera DSLR adalah lebih berat berbanding kamera compact. Penggunaan dalam tempoh masa yang lama menggunakan banyak tenaga.

      3) Kamera DSLR dan lensanya bersaiz besar. Faktor ini menyukarkan rakaman foto secara kandid di kalangan subjek yang tidak dikenali.

Komponen Kamera:


Sebuah kamera minimal terdiri atas:
• Kotak yang kedap cahaya (badan kamera)
• Sistem lensa
• Pemantik potret (shutter)
• Film

a. Badan kamera
Badan kamera adalah ruangan yang sama sekali kedap cahaya, namun dihubungkan dengan lensa yang menjadi satu-satunya tempat cahaya masuk. Di dalam bagian ini cahaya yang difokuskan oleh lensa akan diatur agar tepat mengenai dan membakar film.


Kamera

Di dalam kamera untuk tujuan seni fotografi, biasanya ditambahkan beberapa tombol pengatur, antara lain:
• Pengatur ISO/ASA Film.
• Shutter Speed.
• Aperture (Bukaan Diafragma).
Jika diperlukan bisa pula ditambah peralatan:
• Blitz (atau lebih umum disebut lampu kilat atau flash)
• Tripod
• Lightmeter

b. Sistem lensa
Sistem lensa dipasang pada lubang depan kotak, berupa sebuah lensa tunggal yang terbuat dari plastik atau kaca, atau sejumlah lensa yang tersusun dalam suatu silinder logam. Tingkat penghalangan cahaya dinyatakan dengan angka f, atau bukaan relatifnya. Makin rendah angka f ini, makin besar bukaannya atau makin kecil tingkat penghalangannya. Bukaan ini diatur oleh jendela diafragma. Bukaan relatif diatur oleh suatu diafragma. Untuk kamera SLR, lensa dilengkapi dengan pengatur bukaan diafragma yang mengatur banyaknya cahaya yang masuk sesuai keinginan fotografer.


Lensa Kamera

Jenis lensa cepat ataupun lensa lambat ditentukan oleh rentang nilai F yang dapat digunakan. Disamping lensa biasa, dikenal juga lensa sudut lebar (wide lens), lensa sudut kecil (tele lens), dan lensa variabel (variable lens, atau oleh kalangan awam disebut dengan istilah lensa zoom.
Lensa sudut lebar mempunyai jarak fokus yang lebih kecil daripada lensa biasa. Namun sebutan itu bergantung pada lebarnya film yang digunakan. Untuk film 35 milimeter, lensa 35 milimeter akan disebut lensa sudut lebar, sedangkan lensa 135 milimeter akan disebut lensa telefoto. Lensa variabel dapat diubah-ubah jarak fokusnya, dengan mengubah kedudukan relatif unsur-unsur lensa tersebut. Lensa akan memfokuskan cahaya sehingga dihasilkan bayangan sesuai ukuran film. Lensa dikelompokkan sesuai panjang focal length (jarak antara kedua lensa). Focal lenght memengaruhi besar komposisi gambar yang mampu dihasilkan. Dalam masyarakat umum, lebih dikenal dengan istilah zoom.

c. Pemantik Potret
Tombol pemantik potret atau shutter dipasang di belakang lensa atau di antara lensa. Kebanyakan kamera SLR mempunyai mekanisme pengatur waktu untuk memungkinkan mengubah-ubah lama bukaan shutter. Waktu ini ialah singkatnya pemetik potret itu membuka, sehingga memungkinkan berkas cahaya mengenai film.

d. Film
Film adalah alat penangkap gambar yang sifatnya sangat mudah terbakar jika terkena cahaya sedikit saja. Cahaya yang telah dipantulkan oleh lensa akan terjadi reaksi kimia saat terkena film. Hasil dari film adalah bentukan gambar yang berbentuk obyek dari hasil jepretan kamera.


Film Kamera

Bagian lain sebuah kamera, antara lain:
1. Mekanisme memutar film gulungan agar bagian-bagian film itu bergantian dapat disingkapkan pada objek
2. Mekanisme fokus yang dapat mengubah-ubah jarak antara lensa dan film,
3. Pemindai komposisi pemotretan (range finder) yang menunjukkan apa saja yang akan terpotret serta apakah objek utama akan terfokuskan
4. Lightmeter untuk membantu menetapkan kecepatan pemetik potret dan atau besarnya bukaan, agar banyaknya cahaya yang mengenai film cukup tepat sehingga diperoleh bayangan atau gambar yang memuaskan.
Beberapa kamera, terutama jenis kamera poket biasanya tidak memiliki salah satu dari bagian-bagian tersebut.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s