1 Comment

6 Contoh Praktek Inisiatif CSR Di Indonesia

  • Latar belakang (1 hal)

    Penerapan Corporate Social Responsibility di Indonesia saat ini semakin berkembang karena kesadaran perusahaan akan pentingnya melakukan kegiatan Corporate Social Responsibility tersebut. Perusahaan semakin mengerti pentingnya kegiatan Corporate Social Responsibility karena feedback dan manfaat yang didapatkan oleh perusahaan. Dan saat ini bukan lagi feedback profit saja yang diharapkan oleh perusahaan tetapi juga dampak dalam jangka panjang. Memang terlihat perusahaan mengeluarkan uang yang tidak sedikit untuk kegiatan Corporate Social Responsibility tersebuat tetapi itu sebanding dengan apa yang didapatkan nya, bukan saat itu juga tetapi akan didapat perusahaan dalam jangka panjang. Corporate Social Responsibility tidak hanya untuk meningkatkan laba tetapi juga berperan dalam memperkuat brand di mata masyarakat dan yang akan membuat perusahaan eksis lebih lama. Perusahaan yang mana memiliki produk tergolong resiko tinggi biasanya yang melaksanakan kegiatan Corporate Social Responsibility secara gencar.

    Corporate Social Responsibility dapat dikatakan sebagai tanggung jawab moral terhadap stakeholdernya yaitu pemegang saham, karyawan, media, pemerintah, konsumen terutama adalah masyarakat atau komunitas yang ada di sekitar perusahaan itu tumbuh. Dengan diadakannya Corporate Social Responsibility dengan masyarakat sekitar, diharapkan tidak adanya kecemburuan sosial yang dapat menyulut menjadi konflik. Perusahaan juga harus menyadari bahwa mereka beroprasi dalam suatu tatanan lingkungan masyarakat.

    Dalam melaksanakan Corporate Social Responsibility perusahaan memiliki beberapa inisitif yang dapat dipilih untuk menjadi fokus dalam kegiatan Corporate Social Responsibility. Di Indonesia sendiri sudah banyak inisiatif Corporate Social Responsibility yang diterapkan. Dari mulai mengajak konsumen untuk beramal, penanaman pohon demi mengurangi dampak global warming, serta mengubah perilaku masyarakat untuk lebih baik dalam isu tertentu. Tidak sedikit dana yang dikeluarkan dalam setahun oleh perusahaan hanya untuk menunjang kegiatan Corporate Social Responsibility.

  • Rumusan masalah (1/2 hal)

    Dari latar belakang tersebut tentang kesadaran perusahaan yang sudah mulai sadar akan pentingnya penerapan Corporate Social Responsibility dan keuntungannya yang tidak hanya meningkatkan laba tetapi juga keuntungan yang bersifat jangka panjang. Sudah banyak perusahaan Indonesia yang menerapkan Corporate Social Responsibility untuk membuat perusahaannya tetap eksis dan mendapat dukungan dari stakeholders, muncul beberapa pertanyaan yaitu:

  1. Apa saja contoh penerapan Corporate Social Responsibility yang ada di Indonesia?
  2. Apa saja keuntungan dari di adakannya kegiatan Corporate Social Responsibility tersebut untuk perusahaan?

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  • Kerangka teori (2 hal)

    Menurut definisi Philip Kotler dan Nancy Lee, Corporate Social Responsibility adalah komitmen perusahaan untuk meningkatkan kesejahteraan komunitas melalui praktik bisnis yang baik dan mengkrotribusikan sebagian sumber daya perusahaan.

    Philip Kotler dan Nancy Lee menyebutkan terdapat enam inisiatif Corporate Social Responsibility yaitu:

  1. Promosi kegiatan sosial (cause promotions)

    Pada aktivitas CSR ini perusahaan menyediakan dana atau sumber daya lainnya yang dimiliki perusahaan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap suatu kegiatan sosial atau untuk mendukung pengumpulan dana, partisipasi dari masyarakat atau perekrutan tenaga sukarela untuk suatu kegiatan tertentu.

    Tujuan dari kegiatan tersebut adalah Menciptakan kesadaran dan perhatian dari masyarakat terhadap suatu masalah dengan menyajikan angka-angka statistik serta fakta-fakta yang menggugah, Membujuk orang untuk menyumbangkan uangnya untuk kemanfaatan masyarakat melalui pelaksanaan program sosial perusahaan.

     

  2. Pemasaran terkait kegiatan sosial (cause related marketing)

    Ketika sebuah perusahaan menyatakan bahwa sebagian dari keuntungan atau penjualan produknya akan disumbangkan untuk kegiatan social tertentu, maka perusahaan tersebut sedang melakukan apa yang disebut sebagai cause related marketing (CRM).

    Beberapa kegiatan yang sering dilaksanakan oleh perusahaan adalah Menyumbangkan sejumlah uang tertentu untuk setiap produk yang terjual, menyumbangkan persentase tertentu dari setiap produk yang terjual atau transaksi untuk kegiatan amal.

     

  3. Pemasaran kemasyarakatan korporat (corporate societal marketing)

    Pada aktivitas CSR ini perusahaan mengembangkan dan melaksanakan kampanye untuk mengubah perilaku masyarakat dengan tujuan meningkatkan kesehatan dan keselamatan publik, menjaga kelestarian lingkungan hidup serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

    Fokus dari kegiatan tersebut adalah Isu-isu Kesehatan, Isu-isu Perlindungan Terhadap Kecelakaan/Kerugian, Isu-isu Lingkungan, Isu-isu Keterlibatan Masyarakat.

     

  4. Kegiatan filatropi perusahaan (corporate philanthropy)

    Pada aktivitas CSR ini perusahaan memberikan sumbangan langsung dalam bentuk derma untuk kalangan masyarakat tertentu. Sumbangan tersebut biasanya berbentuk pemberian uang secara tunai, bingkisan/paket bantuan atau pelayanan secara cuma-cuma.

     

  5. Pekerja sosial kemasyarakatan secara sukarela (community volunteering)

    Pada aktivitas CSR ini perusahaan mendukung dan mendorong para karyawan, rekan pedagang eceran atau para pemegang franchise agar menyisihkan waktu mereka secara sukarela guna membantu organisasi-organisasi masyarakat lokal maupun masyarakat yang menjadi sasaran program.

     

  6. Praktik bisnis yang memiliki tanggung jawab sosial (socially responsible business practice)

    Pada aktivitas CSR ini perusahaan melaksanakan aktivitas bisnis melampaui aktivitas bisnis yang diwajibkan oleh hukum serta melaksanakan investasi yang mendukung kegiatan sosial dengan tujuan meningkatkan kesejahteraan komunitas dan memelihara lingkungan hidup.

     

    Dalam memilih inisiatif disarankan Pilih inisiatif untuk menemukan tujan bisnis dan Goals; Pilih inisiatif untuk memenuhi kebutuhan prioritas kampanye tersebut; Pilih beberapa inisiatif untuk kampanye tunggal, menambah satu upaya untuk kampanye sekarang; Pilih inisiatif yang mewakili mitra paling kuat dengan masyarakat;

 

  • Pembahasan (6 hal)

    Berikut adalah enam inisiatif Corporate Social Responsibility oleh Philip Kotler dan Nancy Lee

    • Promosi Kegiatan Sosial (Cause Promotions)

          Fokus utama dari kategori aktivitas Corporate Social Responsibility ini adalah komunikasi persuasif, dengan tujuan menciptakan kesadaran masyarakat terhadap suatu masalah sosial.

          Contoh penerapan Cause Promotions di Indonesia adalah Prihatin dengan layanan kesehatan di Indonesia, PT Philips Indonesia menggandeng Yayasan Kanker Indonesia (YKI) dalam inovasi mobile application Spot It Yourself untuk deteksi dini kanker payudara. YKI memang menempatkan kanker payudara sebagai prioritas utama.

          The ‘+’ Project merupakan program tanggung jawab sosial (CSR) Royal Philips Electronics di negara-negara Asia Tenggara (di antaranya Thailand, Indonesia, dan Singapura), Korea, Australia, dan Selandia Baru. “Philips memulai The ‘+’ Project di Indonesia satu tahun yang lalu, yaitu 5 Desember 2011, dengan memanfaatkan kekuatan media sosial,” terang Fletcher. Menutup November 2012, dua dari tiga inovasi terpilih telah diluncurkan di Indonesia. Inovasi ketiga dipastikan menyusul Februari 2012. Di Thailand, telah terpilih 3 ide juga. Sementara itu, Singapura masih dalam tahap pengumpulan ide dengan hadiah total sejumlah $10 ribu.

          Keuntungan untuk perusahaan dalam menerapkan inisiatif tersebut adalah

      • Memperkuat positioning merk perusahaan.
      • Menciptakan jalan bagi ekspresi loyalitas konsumen terhadap suatu masalah, yang pada akhirnya dapat meningkatkan loyalitas konsumen terhadap perusahaan penyelenggara promosi.
      • Memberikan peluang kepada para karyawan perusahaan untuk terlibat dalam suatu kegiatan sosial yang menjadi kepedulian mereka.
      • Menciptakan kerjasama antara perusahaan dengan pihak-pihak lain (misalnya media), sehingga memperbesar dampak pelaksanaan promosi.
      • Meningkatkan citra perusahaan (corporate image), dimana citra perusahaan yang baik akan dapat memberikan berbagai pengaruh positif lainnya, misalnya meningkatkan kepuasan dan loyalitas karyawan yang dapat memberikan kontribusi positif bagi peningkatan kinerja finansial perusahaan.

       

    • Pemasaran Terkait Kegiatan Sosial (Cause Related Marketing)

          Dalam kegiatan ini perusahaan berkomitmen untuk sebagian dari keuntungan atau penjualan produknya akan disumbangkan untuk kegiatan social tertentu.

          Agar kegiatan cause related marketing dapat berjalan dengan baik maka disarankan:

      • perusahaan memilih isu social yang memang menjadi perhatian perusahaan maupun konsumen yang menjadi target produknya
      • memilih mitra yang memang telah memiliki jaringan luas dan terkenal berkinerja baik
      • memilih produk yang asosiasinya dengan isu yang akan ditangani sudah atau berpotensi menjadi kuat
      • melakukan riset dengan hati-hati terhadap konsumen yang menjadi target, untuk kemudian menyusun strategi pemasaran yang sesuai
      • memastikan bahwa aktivitas ini “terlihat” melalui pencantuman yang jelas di produk, iklan yang memadai.

       

          Contoh penerapan Cause Related Marketing di Indonesia adalah Blue Band, Hypermart dan Foodmart sukses bekerjasama selama 2 bulan terakhir mengumpulkan Rp 343 juta untuk membantu meningkatkan gizi anak-anak Indonesia di daerah NTT dan NTB. Sumbangan tersebut disalurkan melalui program School Meal Program dari United Nations-World Food Programme(WFP). Donasi yang di berikan adalah hasil dari penjualan produk Blue Band 200 gram yang dijual di seluruh gerai Hypermart dan Foodmart di seluruh Indonesia pada periode Mei sampai dengan Juni 2010. Mekanismenya, setiap pembelian produk Blue Band 200  gram maka secara otomatis konsumen menyumbangkan Rp1.000 untuk school meal program.

          Blue Band, Hypermart dan Foodmart pada saat ini memfokuskan bantuannya untuk anak-anak di daerah NTT dan NTB melalui WFP karena berdasarkan data yang diberikan Kementerian Kesehatan RI, pada tahun 2009 Indonesia telah berhasil mengurangi tingkat malnutrisi nasional selama beberapa tahun terakhir dari 25% menjadi 18%, tapi secara signifikan hal tersebut masih tetap lebih tinggi dari standar ideal WHO (World Health Organization) yaitu di bawah 10%.

          Keuntungan yang dapat diperoleh perusahaan dengan melaksanakan kegiatan cause related marketing adalah sebagai berikut:

      • Menarik pelanggan baru.
      • Menjangkau relung pasar (market niche) / menjangkau konsumen dari segmen dengan karakteristik demografi, geografi atau pasar sasaran tertentu.
      • Meningkatkan penjualan produk perusahaan.
      • Membangun identitas merk yang positif di mata pelanggan. Identitas merk yang positif dapat terjadi akibat merk perusahaan disandingkan dengan program CSR yang disponsori oleh merk perusahaan.

       

    • Pemasaran Kemasyarakatan Korporat (Corporate Societal Marketing)

          Pada aktivitas Corporate Social Responsibility ini perusahaan mengembangkan dan melaksanakan kampanye untuk mengubah perilaku masyarakat dengan tujuan meningkatkan kesehatan dan keselamatan publik, menjaga kelestarian lingkungan hidup serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

          Contoh penerapan Corporate Societal Marketing di Indonesia adalah Produk antiseptik Dettol dan hypermarket Carrefour bersinergi dalam perayaan Hari Cuci Tangan Pakai Sabun Sedunia. Kampanye ini untuk menyebarkan kesadaran masyarakat terhadap kebersihan tangan dan kebiasaan mencuci tangan. Hari Cuci Tangan Pakai Sabun Sedunia didirikan oleh USAID, Bank Dunia, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit dan beberapa organisasi dunia lainnya, telah menjadi agenda penting masyarakat dunia sejak tahun 2008. Bagi Dettol dan Carrefour, acara ini merupakan platform yang tepat guna meneruskan agenda edukasi masyarakat terhadap praktik sederhana mencuci tangan dengan sabun sebagai garis pertahanan pertama terhadap virus dan bakteri.

          Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (RisKesDa) dan Kementerian Kesehatan Indonesia ditemukan mayoritas penyakit yang dialami oleh anak-anak usia dini (1-4 tahun) adalah infeksi sistem pernafasan (34 persen) dan diare (16 persen). Data ini menunjukkan masih rendahnya kesadaran masyarakat untuk menjalankan perilaku sederhana namun berdampak luar biasa yaitu mencuci tangan menggunakan sabun.

      Menyadari masih rendahnya perilaku menjaga kebersihan tangan di masyarakat inilah, edukasi tersebut melibatkan anak-anak sekolah dasar beserta orangtuanya serta masyarakat umum dalam kegiatan yang sekaligus memperingati Hari Cuci Tangan Pakai Sabun Sedunia bertema ‘Cuci Tangan Pakai Sabun, Perilaku Sederhana Berdampak Luar Biasa’.

          Keuntungan yang dapat diperoleh perusahaan dengan melaksanakan kegiatan corporate societal marketing adalah sebagai berikut:

      • Menunjang positioning merk perusahaan.
      • Menciptakan preferensi merk.
      • Mendorong peningkatan penjualan.
      • Menarik mitra yang bisa diandalkan serta memiliki kepedulian besar untuk merubah perilaku masyarakat.
      • Memberikan dampak yang nyata terhadap perubahan sosial.

       

    • Kegiatan Filatropi Perusahaan (Corporate Philanthropy)

          Pada aktivitas Corporate Social Responsibility ini perusahaan memberikan sumbangan langsung dalam bentuk derma untuk kalangan masyarakat tertentu. Sumbangan tersebut biasanya berbentuk pemberian uang secara tunai, bingkisan/paket bantuan atau pelayanan secara cuma-cuma.

          Contoh penerapan Corporate Philanthropy di Indonesia adalah Banjir  yang menerjang Jakarta sejak 17 Januari lalu, hingga kini masih melumpuhkan sebagian kota Jakarta, khususnya Jakarta Utara. Melihat fenomena banjir yang tak kunjung surut, Massindo Group melalui brand-nya Protect A Bed dan Comforta Springbed bersama dengan Komando Pasukan Khusus (Kopassus) TNI AD menyalurkan bantuan berupa kasur tidur sebanyak 60 lembar kepada warga di kawasan Muara Karang, Pluit, Jakarta Utara.

          Bantuan yang diberikan kepada warga korban banjir tak hanya kasur tidur, namun juga ada bantuan logistik berupa makanan ringan seperti biskuit, air mineral, dan susu. Selain bantuan logistik, ada pula bantuan berupa lotion antinyamuk, tissue basah, dan tissue kering yang disalurkan untuk kurang lebih 500 jiwa.

          Sebelumnya, Massindo Group juga sudah menyalurkan bantuan berupa obat-obatan, air mineral, makanan ringan, makanan siap saji, mie instant, lampu senter, dan susu di wilayah Rawa Buaya Cengkareng dan Teluk Gong.

          Keuntungan yang dapat diperoleh perusahaan dengan melaksanakan kegiatan corporate philanthropy adalah sebagai berikut:

      • Meningkatkan reputasi perusahaan.
      • Memperkuat bisnis perusahaan di masa depan.
      • Memberi dampak bagi penyelesaian masalah sosial dalam komunitas local.

       

    • Pekerja Sosial Kemasyarakatan Secara Sukarela (Community Volunteering)

          Pada aktivitas Corporate Social Responsibility ini perusahaan mendukung dan mendorong para karyawan, rekan pedagang eceran atau para pemegang franchise agar menyisihkan waktu mereka secara sukarela guna membantu organisasi-organisasi masyarakat lokal maupun masyarakat yang menjadi sasaran program.

          Contoh penerapan community volunteering di Indonesia adalah PT Bank Permata Tbk. (Permata Bank) mengumpulkan dana sebesar Rp 500 juta dari pelaksanaan program dan bisnisnya untuk pengembangan pendidikan anak-anak dan remaja di Indonesia.

          Pendidikan yang belum merata, kualitas guru di bawah standar dan fasilitas pendidikan yang masih kurang memadai, merupakan beberapa contoh masalah yang menurut permata Bank perlu dibenahi. sebagai wujud nyata kepedulian Permata Bank terhadap pendidikan yakni perseroan akan mengerahkan 3.500 karyawannya untuk turun ke jalan melakukan gerakan yang disebut “Unite for Education”. Gerakan partisipatif itu akan dipusatkan pada tanggal 16 Juni 2013 yang digelar di pelataran parkir Atrium EX Plaza Indonesia Thamrin.

      Keuntungan yang dapat diperoleh perusahaan dengan melaksanakan kegiatan community volunteering adalah sebagai berikut:

      • Membangun hubungan yang tulus antara perusahaan dengan komunitas.
      • Kegiatan community volunteering dapat memberikan kontribusi terhadap pencapaian tujuan perusahaan.
      • Meningkatkan kepuasan dan motivasi karyawan.

       

    • Praktik Bisnis Yang Memiliki Tanggung Jawab Sosial (Socially Responsible Business Practice)

          Pada aktivitas Corporate Social Responsibility ini perusahaan melaksanakan aktivitas bisnis melampaui aktivitas bisnis yang diwajibkan oleh hukum serta melaksanakan investasi yang mendukung kegiatan sosial dengan tujuan meningkatkan kesejahteraan komunitas dan memelihara lingkungan hidup. Komunitas dalam hal ini mencakup karyawan perusahaan, pemasok, distributor, organisasi-organisasi nirlaba yang menjadi mitra perusahaan serta masyarakat secara umum.

          Contoh penerapan Socially Responsible Business Practice di Indonesia adalah Bank OCBC NISP dan OCBC Bank Singapore melakukan penanaman 10.000 bibit mangrove di Pulau Karya, Kepulauan Seribu, Jakarta, pada tanggal 6-7 Juni 2013. Kegiatan yang melibatkan 50 karyawan Bank OCBC NISP dan OCBC Bank Singapore serta penduduk lokal ini juga diikuti dengan perbaikan sarana Rumah Baca di Pulau Pramuka dan pelestarian penyu sisik dengan pelepasan anak penyu atau tukik di pantai Pulau Karya.

          Keuntungan
      yang dapat diperoleh perusahaan dengan melaksanakan kegiatan socially responsible business practice adalah sebagai berikut:

      • Menghemat uang perusahaan, memberikan kontribusi terhadap keberlanjutan lingkungan hidup serta meningkatkan kesadaran energi di antara para karyawan perusahaan.
      • Meningkatkan kesan baik komunitas terhadap perusahaan.
      • Menciptakan preferensi konsumen terhadap merk produk perusahaan.
      • Menimbulkan image yang positif. Pelaksanaan socially responsible business practice misalnya dalam bentuk penyediaan sarana untuk kepentingan umum seperti sarana MCK, pembangkit listrik mikro, penyediaan sarana air bersih dapat menimbulkan image yang positif dari pemerintah selaku pembuat peraturan sehingga memberikan situasi yang menguntungkan bagi perusahaan.
      • Meningkatkan kepuasan karyawan, dimana muncul rasa bangga menjadi bagian dari perusahaan yang bertanggung jawab secara sosial.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  • Kesimpulan (1hal)

    Dari pembahasan tersebut dapat disimpulkan bahwa banyak perusahaan di Indonesia sudah melakukan beberapa inisiatif kegiatan Corporate Social Responsibility. Dari yang melibatkan konsumen sebagai pemberi dana amal hingga perusahaan yang dengan cuma-cuma memberikan uang tunai/produk terhadap kelompok masyarakat tertentu. Keuntungan yang didapat oleh perusahaan dala melakukan kegiatan Corporate Social Responsibility tersebut adalah

    • Membangun reputasi perusahaan yang kuat, sebagai konstituen utama mengamati tindakan yang mendukung janji corporate citizenship dan tanggung jawab.
    • Berkontribusi untuk tujuan bisnis secara keseluruhan dengan membuka pasar baru, misalnya, atau memberikan kesempatan untuk membangun hubungan jangka panjang dengan distributor dan pemasok.
    • Menarik dan mempertahankan tenaga kerja yang termotivasi dengan menjadi dikenal karena keterlibatannya dalam masyarakat, dan untuk menyediakan karyawan kesempatan untuk terlibat dalam sesuatu yang mereka sayangi dan menerima dukungan perusahaan dan pengakuan untuk melakukannya.
    • Mengurangi biaya operasional dengan mengadopsi praktek bisnis yang bertanggung jawab secara sosial baru, seperti prosedur yang meningkatkan efisiensi dan mengurangi biaya untuk bahan.

      Dan dalam melakssakan CSR perusahaan memiliki 6 inisiatif yang dapat dipilih yaitu:

  1. Promosi kegiatan sosial (cause promotions)
  2. Pemasaran terkait kegiatan sosial (cause related marketing)
  3. Pemasaran kemasyarakatan korporat (corporate societal marketing)
  4. Kegiatan filatropi perusahaan (corporate philanthropy)
  5. Pekerja sosial kemasyarakatan secara sukarela (community volunteering)
  6. Praktik bisnis yang memiliki tanggung jawab sosial (socially responsible business practice)

Dalam melakukan kegiatan Corporate Social Responsibility, perusahaan tidak dengan sembarang memilih inisiatif sebagai fokus dalam melaksakan kegiatan Corporate Social Responsibility tetapi juga melihat public yang disasar oleh perusahaan, melakukan beberapa reset dan observasi isu-isu yang sedang berkembang di masyarakat.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  • Rekomendasi (1 hal)

    Sekarang ini perusahaan di Indonesia yang menerapkan inisiatif-inisiatif Corporate Social Responsibility yang disebutkankan oleh Philip Kotler dan Nancy Lee. Semakin gencar suatu perusahaan melakukan kegiatan Corporate Social Responsibility dan berusaha untuk dekat dengan masyarakat, akan menambah kuat posisi merk perusahaan dimasyarakat. Memang feedback dari Corporate Social Responsibility tidak secara langsung dapat dirasakan tetapi itu akan dirasakan dalam waktu jangka panjang yang akan membuat perusahaan akan bertahan lama dalam dunia bisnis.

    Apabila perusahaan ingin melakukan kegiatan Corporate Social Responsibility di Indonesia, Inisiatif yang paling saya rekomendasikan adalah Cause Related Marketing karena dilihat dari perilaku masyarakat Indonesia yang perduli dengan sesame an senang dengan kegiatan beramal, Cause Related Marketing ini sangat cocok karena inisiatif ini mengajak konsumen berperan langsung dalam kegiatan Corporate Social Responsibility tersebut, yaitu dengan menyumbangkan hasil pembelian produk untuk membantu sesame yang kurang beruntung. Perusahaan akan sangat mudah mendapat image positif di masyarakat karena kegiatan mengajak consumer beramal. Agar kegiatan ini berjalan dengan baik maka perusahaan harus perusahaan memilih isu social yang memang menjadi perhatian perusahaan maupun konsumen yang menjadi target produknya. memilih mitra yang memang telah memiliki jaringan luas dan terkenal berkinerja baik, dan melakukan riset dengan hati-hati terhadap konsumen yang menjadi target, untuk kemudian menyusun strategi pemasaran yang sesuai.

    Sedangkan inisiatif yang tidak saya sarankan adalah Community Volunteering. Memang inisiatif tersebut juga memiliki dampak positif tetapi menurut saya tidak efektif karena karyawan belum tentu mau melaksakan kewajiban untuk melakukan Community Volunteering. Apabila karyawan dibawah paksaan dalam melakukan kegiatan Community Volunteering akan sia sia karena tidak akan maksimal hasilnya, selain itu karyawan bisa saja tidak loyal terhadap perusahaan.

     

     

  • Daftar pustaka

    Kotler, P. and Nancy, L. 2005. Corporate Social Responsibility : Doing The Most Good For Your Company and Your Cause. Best Practices From Hewlett Packard, Ben & Jerry’s, and Other Leading Companies. Jhon Wiley & Sons, Inc. United States of America.

http://swa.co.id/category/corporate/csr/

One comment on “6 Contoh Praktek Inisiatif CSR Di Indonesia

  1. Mohon ijin copas untuk referensi kegiatan sosial Perserikatan Muhammadiyah di Kabupaten Klaten.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: